Limbangan, 9 Juli 2026 – Pemerintah Kecamatan Limbangan secara resmi menerima 153 mahasiswa GIAT Universitas Negeri Semarang (UNNES) Angkatan 16 dalam kegiatan yang diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Limbangan, Kamis (9/7). Prosesi penerimaan dipimpin langsung oleh Camat Limbangan, Sucipto, S.STP., M.M., sebagai tanda dimulainya pelaksanaan GIAT UNNES Angkatan 16 di wilayah Kecamatan Limbangan.Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh kepala desa se-Kecamatan Limbangan, perwakilan Universitas Negeri Semarang (UNNES), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang terdiri atas Babinsa dan Kapolsek Limbangan, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Limbangan. Turut hadir pula Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kendal, Abdul Wahab, S.Sos., MIDS., M.Eng., beserta jajaran.
Dalam sambutannya ,camat Limbangan,Sucipto, S.STP., M.M.,menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UNNES yang kembali menempatkan mahasiswa GIAT di Kecamatan Limbangan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa merupakan momentum untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah melalui berbagai program pemberdayaan yang berbasis kebutuhan masyarakat.Ia juga berpesan agar mahasiswa mampu menjaga etika, menjalin komunikasi yang baik, serta membangun koordinasi dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat selama menjalankan program pengabdian. Dengan demikian, setiap program kerja yang dilaksanakan diharapkan mampu memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di desa-desa se-Kecamatan Limbangan.Usai prosesi penerimaan, mahasiswa mengikuti sesi pembekalan yang disampaikan oleh Camat Limbangan mengenai kondisi wilayah, potensi desa, karakteristik masyarakat, serta strategi pelaksanaan program pengabdian yang efektif di lapangan.

Selanjutnya, materi pembekalan disampaikan oleh Kepala Bapperida Kabupaten Kendal, Abdul Wahab, S.Sos., MIDS., M.Eng. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya menyelaraskan program kerja mahasiswa dengan arah kebijakan pembangunan daerah, potensi unggulan desa, serta isu-isu strategis yang menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Kendal. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.Melalui kegiatan penerimaan dan pembekalan tersebut, mahasiswa GIAT UNNES Angkatan 16 diharapkan mampu melaksanakan pengabdian secara profesional, adaptif, dan kolaboratif. Sinergi yang terbangun antara mahasiswa, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat menghasilkan program-program yang memberikan dampak positif bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Limbangan.
Share :