Kegiatan

Dukung Pencapaian SDGs 4 dan 8, Mahasiswa UNNES GIAT 16 Desa Jawisari Selenggarakan Pelatihan Pencatatan Kas Sederhana bagi Remaja KREYASI Dusun Kraja

Jawisari, Kabupaten Kendal – Pengelolaan administrasi keuangan yang tertib menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlangsungan organisasi kepemudaan. Untuk meningkatkan kapasitas generasi muda dalam mengelola keuangan organisasi secara transparan dan akuntabel, mahasiswa UNNES GIAT 16 Desa Jawisari menyelenggarakan Pelatihan Pencatatan Kas Sederhana bagi 25 anggota Remaja KREYASI Dusun Krajan, Desa Jawisari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN Universitas Negeri Semarang yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pelatihan dilaksanakan sebagai bentuk edukasi nonformal yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan serta membekali pemuda dengan keterampilan administrasi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan organisasi maupun kegiatan ekonomi produktif.

Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa UNNES GIAT 16 Desa Jawisari, yaitu Archil Inayatus Sa’Idah, Nadjwa Salsabila, Azis Aditya Aminata, Lovyta Earlyna, Achmad Wildan Tafrijiyanto, Yosie Andrea Rizky, Della Ayu Safitri, Ririn Fitriana, Novita, dan Akbar Jati Pamungkas, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nina Farliana, M.Pd.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades) UNNES GIAT 16 Desa Jawisari, Archil Inayatus Sa’Idah. “Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi teman-teman Remaja KREYASI untuk mengelola keuangan organisasi secara lebih tertib, transparan, dan bertanggung jawab,” ujar Archil.

Sementara itu, Ketua Remaja KREYASI Dusun Krajan, Mas Zakka, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. “Ilmu seperti ini memang kami butuhkan, terutama untuk menyusun anggaran dan mengelola kas kegiatan agar lebih rapi dan mudah dipertanggungjawabkan,” kata Zakka.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pencatatan kas sebagai bagian dari pengelolaan keuangan organisasi. Peserta memperoleh pemahaman mengenai fungsi buku kas, cara mengelompokkan transaksi pemasukan dan pengeluaran, hingga langkah-langkah menyusun laporan kas sederhana yang mudah diterapkan dalam kegiatan organisasi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan muncul dari anggota Remaja KREYASI sebagai bentuk ketertarikan mereka terhadap pengelolaan keuangan organisasi. Salah satu pertanyaan yang disampaikan adalah mengenai cara menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk suatu kegiatan, seperti kegiatan ziarah maupun peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus. Selain itu, peserta juga menanyakan bagaimana cara menentukan prioritas pengeluaran, mencatat iuran anggota, mengelola dana hasil kegiatan, hingga membuat laporan pertanggungjawaban keuangan yang mudah dipahami oleh seluruh anggota organisasi.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, tim mahasiswa memberikan penjelasan disertai contoh sederhana mengenai penyusunan RAB, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan kegiatan, memperkirakan biaya setiap kebutuhan, menghitung total anggaran, hingga menyesuaikannya dengan sumber pendanaan yang tersedia. Peserta juga diberikan contoh format buku kas dan laporan sederhana yang dapat langsung digunakan dalam kegiatan organisasi.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik. Peserta diminta mencatat contoh transaksi menggunakan format buku kas sederhana yang telah disiapkan. Melalui praktik tersebut, peserta dapat memahami secara langsung proses pencatatan pemasukan dan pengeluaran sehingga diharapkan mampu menerapkannya dalam pengelolaan kas Remaja KREYASI secara mandiri dan berkelanjutan.

Menutup kegiatan, Azis Aditya Aminata selaku penanggung jawab program kerja menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan antusias. “Terima kasih kepada seluruh anggota Remaja KREYASI yang telah berpartisipasi aktif. Semoga materi yang telah disampaikan dapat diterapkan dalam pengelolaan keuangan organisasi sehingga setiap kegiatan dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel,” ujar Azis.

Dari sisi SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, kegiatan ini menjadi bentuk pendidikan nonformal yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis di luar pendidikan formal. Metode pembelajaran yang menggabungkan penyampaian materi dan praktik langsung diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam organisasi.

Sementara itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi karena kemampuan mengelola administrasi dan keuangan merupakan keterampilan dasar yang penting dalam mendukung produktivitas organisasi maupun kegiatan kewirausahaan. Pencatatan keuangan yang baik akan membantu organisasi dalam menyusun anggaran, melakukan pengawasan penggunaan dana, serta mengambil keputusan secara lebih tepat dan bertanggung jawab.

Mahasiswa UNNES GIAT 16 Desa Jawisari berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Remaja KREYASI Dusun Krajan. Selain meningkatkan literasi administrasi dan keuangan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap disiplin, bertanggung jawab, transparan, dan mandiri dalam mengelola organisasi kepemudaan.

Melalui program kerja ini, mahasiswa UNNES GIAT 16 Desa Jawisari berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pelatihan pencatatan kas sederhana menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kapasitas generasi muda desa agar mampu mengelola organisasi secara profesional sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan desa yang berkelanjutan sesuai dengan target SDGs.

Share :