Berita

Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini, Mahasiswa Unnes Giat 16 Gelar Simulasi Pemilu bagi Siswa MTs di Desa Jawisari

Pendidikan demokrasi sejak dini menjadi salah satu upaya membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Untuk memperkenalkan proses demokrasi secara lebih aplikatif, mahasiswa Unnes Giat 16 Desa Jawisari menggelar Simulasi Pemilu: Belajar Demokrasi Sejak Dini bagi siswa-siswi kelas akhir MTs di Desa Jawisari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas  melalui penguatan pendidikan kewarganegaraan serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

Penanggung jawab program kerja, Akbar Jati Pamungkas, mengatakan bahwa simulasi pemilu bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata mengenai proses demokrasi sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat mempraktikkannya secara langsung.

"Melalui simulasi ini kami berharap siswa dapat memahami tahapan pemilu sekaligus menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan pentingnya menghargai pilihan setiap orang sebagai bagian dari kehidupan berdemokrasi," ujar Akbar.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian demokrasi, asas pemilu, serta tahapan penyelenggaraan pemilu, mulai dari pencalonan, kampanye, proses pemungutan suara, hingga penghitungan hasil suara. Materi kemudian dilanjutkan dengan simulasi pemilu yang melibatkan seluruh peserta sebagai calon, petugas, maupun pemilih.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan simulasi dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai syarat menjadi pemilih, pentingnya menjaga kerahasiaan suara, serta alasan setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam menentukan pilihan.

Pada sesi simulasi, peserta menggunakan surat suara yang telah disiapkan untuk memberikan hak pilihnya, kemudian mengikuti proses penghitungan suara secara terbuka. Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh gambaran nyata mengenai mekanisme pemilu yang berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Mahasiswa Unnes Giat 16 berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat. Selain menambah wawasan tentang sistem ketatanegaraan Indonesia, simulasi pemilu diharapkan mampu menumbuhkan sikap bertanggung jawab, menghargai perbedaan pendapat, serta membangun budaya demokrasi yang sehat sejak usia dini.

Share :