Jawisari – Warga Dusun Lebari, Desa Jawisari, melaksanakan tradisi Nyadran di Makam Kyai Legi sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh agama, masyarakat Dusun Lebari dan perwakilan mahasiswa UNNES GIAT 16. Tradisi ini merupakan agenda rutin masyarakat yang diselenggarakan setiap tahun pada bulan Suro dalam penanggalan Jawa, sebagai wujud penghormatan kepada para leluhur serta ungkapan doa dan harapan agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan hasil panen yang melimpah.Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kyai Khomaedi. Setelah tahlil selesai, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Jawisari, Bapak Djarwadi, dan Plt. Kepala Dusun II, Bapak Solehan. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Haji Rateman.
Dalam sambutannya Kepala Desa Jawisari, Bapak Djarwadi, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi para petani yang pada musim ini mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus serta kekeringan yang disebabkan oleh musim kemarau. Beliau mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar sawah dan ladang kembali diberi kesuburan, sehingga para petani dapat memperoleh hasil panen yang lebih baik pada musim berikutnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dusun II, Bapak Solehan, menyampaikan beberapa informasi penting kepada masyarakat. Beliau mengimbau warga yang masih memiliki tanggungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB/SPPT) agar segera melakukan pembayaran. Selain itu, beliau menginformasikan bahwa pelaksanaan Sedekah Dusun akan dilaksanakan pada Jumat Kliwon–Sabtu Pahing di bulan Bakda Mulud. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengajak masyarakat untuk mengembangkan budidaya tanaman talas sebagai salah satu potensi pertanian di Dusun Lebari. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Bapak Solehan mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan di tingkat dusun.
Sekitar pukul 09.00 WIB, rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama yang diikuti oleh seluruh warga. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terlihat selama acara berlangsung. Tradisi Nyadran di Makam Kyai Legi tidak hanya menjadi wujud penghormatan kepada para leluhur, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menyampaikan informasi kepada masyarakat, serta memanjatkan doa demi keberkahan dan kesejahteraan warga Dusun Lebari.
Share :