Kegiatan

Dorong Digitalisasi UMKM dan Dukung SDGs, Mahasiswa Unnes Giat 16 Dampingi Pelaku Usaha Desa Jawisari Gunakan QRIS dan Google Maps

Jawisari – Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing usaha mikro di pedesaan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Unnes Giat 16 Desa Jawisari melaksanakan pendampingan digitalisasi UMKM melalui pembuatan QRIS dan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps bagi pelaku usaha di Desa Jawisari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan dan Pertumbuhan Ekonomi Desa serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur Desa. Melalui program tersebut, mahasiswa mendampingi dua pelaku UMKM, yakni usaha keripik pisang milik Ibu Tri dan usaha gula aren milik Bapak Ponijan. Keduanya diberikan pendampingan mulai dari proses pembuatan QRIS sebagai metode pembayaran digital hingga pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.

Sepuluh mahasiswa yang menjalani program KKN di Desa Jawisari di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nina Farliana, M.Pd. adalah Archil Inayatus Sa’Idah, Nadjwa Salsabila, Azis Aditya Aminata, Lovyta Earlyna, Achmad Wildan Tafrijiyanto, Yosie Andrea Rizky, Della Ayu Safitri, Ririn Fitriana, Novita, dan Akbar Jati Pamungkas.

Penanggung jawab program Nadjwa Salsabila mengatakan, pendaftaran lokasi usaha di Google Maps diharapkan dapat membantu UMKM lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan. “Kami berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan Google Maps sebagai media promosi sehingga jangkauan usahanya semakin luas dan lebih dikenal masyarakat,” ujar Nadjwa.

Sementara itu, penanggung jawab pendampingan pembuatan QRIS, Ririn Fitriana, mengatakan penggunaan pembayaran digital menjadi salah satu langkah untuk mengikuti perkembangan transaksi yang semakin modern. “QRIS memberikan kemudahan bagi penjual maupun pembeli karena transaksi menjadi lebih praktis, aman, dan efisien. Semoga pelaku UMKM di Desa Jawisari semakin siap memanfaatkan pembayaran digital untuk mengembangkan usahanya,” kata Ririn.

Permudah Akses Konsumen

Selain membantu proses pembuatan QRIS, mahasiswa juga mendampingi pelaku usaha saat mendaftarkan lokasi usahanya ke Google Maps. Keberadaan lokasi usaha pada platform digital dinilai mampu memudahkan pelanggan menemukan tempat usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Pemilik usaha keripik pisang, Ibu Tri, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, digitalisasi menjadi pengalaman baru yang memberikan manfaat bagi perkembangan usahanya. “Selama ini pembeli banyak yang mengetahui usaha kami dari mulut ke mulut. Dengan adanya QRIS dan Google Maps, semoga usaha kami semakin mudah ditemukan dan proses pembayaran juga lebih praktis,” katanya.

Hal senada disampaikan Bapak Ponijan, pelaku usaha gula aren. Ia berharap pendampingan yang diberikan mahasiswa dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran produknya. “Terima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah mendampingi kami. Semoga usaha gula aren ini semakin dikenal masyarakat dan penjualannya juga meningkat,” ujar Ponijan.

Pendampingan berlangsung secara interaktif. Selain membantu proses pendaftaran QRIS dan Google Maps, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai manfaat pembayaran digital, pentingnya identitas usaha di platform digital, serta cara memperbarui informasi usaha secara mandiri apabila terdapat perubahan di kemudian hari.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Unnes Giat 16 berharap pelaku UMKM di Desa Jawisari semakin siap memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya. Digitalisasi tidak hanya mempermudah transaksi dan memperluas promosi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan daya saing UMKM desa serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan sesuai dengan target SDGs.

Share :